Chelsea Butuh Disiplin Ala Antonio Conte

Menurut Ravanelli, semua adalah karena kedisiplinan Conte yang memang terkenal dan telah berbuah manis ketika ia masih melatih Juventus.
Meski merupakan pelatih muda ketika baru melatih Juve beberapa tahun lalu, namun semua sudah tercengang dengan keberhasilan Conte disana. Contoh nyatanya adalah tiga gelar scudetto beruntun yang diraih Juve bersama Conte dimana sebelumnya tim tersebut seolah kehilangan mental juaranya setelah tersandung kasus Calciopoli dan membuat mereka sampai diterjunkan ke Serie-B.
Ketika seorang pelatih memulai petualangan baru, tidak relevan ketika membandingkan dimana ia akan memulainya, entah itu di Italia atau di Inggris. Normal memang ketika pelatih menginginkan aspek disiplin dan saya rasa Chelsea butuh hal itu saat ini. Kita semua menjadi saksi apa yang Conte lakukan di Juventus. Ia menginstall ulang identitas dan rasa lapar akan kesuksesan yang hilang dari Juventus. Di musim pertamanya disana, ia sudah berhasil memenangi gelar juara dan mengalahkan persaingan dari AC Milan yang punya Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva, jelas Ravanelli.
Namun Ravanelli juga mengingatkan juniornya itu untuk tidak menganggap Premier League seperti Serie-A Italia. Persaingan di Inggris jelas lebih ketat dan terlebih musim depan situasi akan makin memanas dengan kedatangan sosok Pep Guardiola di Manchester City.
Bagaimana pun juga, Premier League musim depan akan lebih sulit karena semua klub besar punya pelatih hebat. Arsenal dengan Arsene Wenger, Manchester City dengan Pep Guardiola, dan mungkin Manchester United dengan Jose Mourinho.
Ravanelli sendiri dalam sejarahnya sudah bermain 22 kali dan mencetak delapan gol bagi Italia antara 1995-1999. Sementara dari level klub, pria berusia 47 tahun itu pernah membela Perugia, Avellino, Casertana, Reggiana, Juventus, Middlesbrough, Marseille, Lazio, Derby County, Dundee, dan mengakhiri karirnya di Perugia.

coachsusaonlines.net prediksi togel hongkong Sumber: Sidomi